Memaafkan Tak Berarti Pasrah
MEMAAFKAN
Memaafkan tidak sama dengan pasrah. Jika anda benar-benar peduli sama seseorang, anda tak boleh membiarkannya melakukan kesalahan yang sama dengan cara membalas dendam. Ada strategi khusus untuk orang yang seperti ini, yaitu dengan langsung menegur nya ( sebaiknya jangan ditunda) jika ia berbuat salah. Dengan demikian anda tidak lupa dan ia tahu dimana letak kesalahannya. Tunjukkan pula bahwa anda peduli bukan karena anda benci.
Dalam buku Quantum Busi-ness, Bobby de Porter dan Mike Hernacki menggunakan akronim OTFD atau Open The Front Door (Bukalah Pintu Masuk) yang sangat ampuh dalam meng-komunikasi kan kemarahan.
Langkah-Langkahnya adalah sbb. :
- Observation (Pengamatan), mengutarakan apa yang anda amati. Misalnya mengapa ia tak hadir dalam pertemua kali ini.
- Thought (Pikiran), nyatakan perasaan anda tentang Observasi anda. Misalnya, "Saya pikir anda melupakannya atau tidak merasa hal itu penting".
- Felling (Perasaan), ungkapkan perasaan anda mengenai Observasi. Misalnya, "Sewaktu-waktu anda tidak hadir, saya merasa marah dan frustrasi".
- Desiree (Keinginan), jabarkan apa yang anda inginkan dari situasi yang ada. Misalnya, "Jika anda tak bisa ikut pertemuan, saya ingin anda memberi tahu minimal sehari sebelum atau segera setelah anda tahu bahwa anda tidak bisa hadir".
